Archive

Archive for the ‘’ Category

Catatan Kuliah Kapita Selekta Infrastruktur

20 November 2011 Leave a comment

 

Kelautan part I

Dr Eng Hendra Achian, ST, MT

Bahan UAS (3 soal) :

  1. Offshore
  2. Teknik Pantai
  3. Perencanaan di Pantai

Onshore vs Offshore

  1. Kondisi lingkungan
  2. Desain struktur (pengaruh beban, siklis dan kombinasi)
  3. Struktur Lepas Pantai (biaya eksplorasidan konstruksi mahal)

Part 2

Konsep Pengaman Pantai Berbasis Lingkungan

Latar Belakang:

  • umumnya kota berada di dekat pantai
  • perkembangan penduduk
  • perlu infrastruktur penunjang

Penyebab Kerusakan Infrastruktur Pantai

  • gaya gelombang tinggi
  • naiknya level muka air laut
  • land subsidence
  • penanganan pantai yang tidak berwawasan lingkungan

Gelombang Tinggi :

  • disebabkan oleh angin badai
  • bisa oleh gempa
  • bisa juga oleh perbedaan gempa

Kendala/konstrain yg ada :

  • geomorfologi pantai
  • profil pantai dan darat
  • tanah labil
  • kepadatan penduduk
  • asset/properti yg ingin dilindungi

Wave action

Fenomena Refraksi Difraksi

Konsep Pencegahan Erosi Pantai

  • Melemahkan energi
  • perkuat lereng pantai
  • potong, kurangi laju sedimen pantai
  • normalisasi sirkulasi arus di muara
  • usahakan dampak samping terukur dan diminimalisir

Opsi Penanganan Banjir

  • dibiarkan (aset tidak ada)
  • relokasi penduduk (membahayakan)
  • memasang struktur pengaman pantai
  • mengisi pasir tambahan
  • mangrove

tipe Struktur pengaman Pantai

  • sea wall : melekat
  • groin : tegak lurus
  • offshore : breakwater

jetty & breakwater

Dampak negatif tidak berwawasan lingkungan

  • Boros sumber daya material
  • mengganggu keseimbangan sedimen pantai
  • penurunan kualitas dan kuantitas biodiversiti

part 3

tsunami (soo, nah, mee:gelombang panjang)

Sumber pembangkit tsunami:

  • Gempa bumi (min 6 SR, kedalaman <40 km)
  • Gunung api
  • Longsor (skala lokal)
  • Terjangan benda langit

Manajemen bencana :

  • Menanggapi dgn tindakan luar biasa melebihi kemampuan/kapasitas

Kerentanan / Vulnerability

  • besar kerusakan oleh dampak tergantung kondisi, jenis konstruksi dan dekat sumber bencana

Resiko bencana = Potensi Bahaya*Kerentanan/kemampuan menanggulangi

Resiko Bencana>>Risk Assesment-Tsunami Zonation Map>>Mitigation>>Policy for Warning

Siklus Pengelolaan Bencana

image

Catatan Kuliah Struktur Beton

9 September 2011 Leave a comment

Dosen : Indrajati Sidi

 

Referensi :

Design of Concrete Structure 13th, Arthur H Nilson

Design of Reinforced Concrete, Jack Mac

SNI 2002 Beton

 

Minggu 1

Beton Bertulang (Reinforced Concrete disingkat R/C) : beton (semen, pasir, kerikil, air, aditif) + baja

Pada umumnya. semen : pasir : kerikil = 1 : 2 : 3

Mix Design :  perbandingan berat dari semen, air, kerikil u/ mencapai mutu beton tertentu

Masalah umum : random variable, bahan yg kotor

Prinsip Umum R/C : baja dipakai pd daerah tarik

Keuntungan R/C : cost murah, materials berlimpah, shape ability, kuat tekan tinggi >500kg/cm2, mudah dalam perencanaan (prilaku M, N, torsi sudah dikuasai), tahan cuaca, tahan api

Keuntungan Baja : Homogen, Easy

Kekurangan Baja : Tidak tahan api

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam R/C :

  • Kekuatan
  • Kekakuan, terkait lendutan
  • Cost, terkait besar kolom
  • Keindahan Typical Stress strength

Untitled

      f

Lc

      : kira-kira 0,5 f ’

c

      f ’

c

    : tegangan maksimum
    Contoh Soal 1:

Minggu 2 :

Categories: Lecture's Note™ Tags:

Selamat Datang Nilai AB, BC Dosen ITB

Oleh Cardiyan HIS

Apakah Dosen ITB yang Bijak ataukah Dosen ITB yang Kejam akan coba disiasati ITB dengan sistem penilaian ini. Satu-satunya siasat mahasiswa adalah belajar lebih keras lagi. Maklum standar nilai masih ditetapkan oleh dosen ITB sendiri secara personal.

Ada yang sangat menarik dari acara “Penyegaran Dosen ITB 2008” pada 29 Agustus 2008. Apa yang disampaikan oleh Prof. Ir. Adang Surahman, Ph.D, Wakil Rektor Senior Bidang Akademik ITB pada acara tersebut adalah pengakuan fakta yang sangat ironis seperti yang ramai diungkapkan pada mailist IA ITB baru-baru ini dengan tajuk “ITB yang Bijak ataukah ITB yang Kejam”.

Statistik Seleksi Masuk Mahasiswa Baru secara Nasional sejak 1977 sampai 2008, selalu menempatkan ITB sebagai PTN di Indonesia dengan standar Nilai Masuk (passing grade) paling tinggi; Nilai Rataan tertinggi dan Nilai Maksimal tertinggi (bahkan bila ditelusuri lagi mahasiswa baru ITB adalah pemilik Nilai Rataan tertinggi Nilai Ebtanas Murni/NEM Sekolah Menengah Umum; nilai maksimal NEM SMU). Mahasiswa baru yang diterima di ITB adalah 80% berada pada ranking 1-2500 dan 20% berada pada ranking 2501-12.500, dari rata-rata 250.000 peserta seleksi masuk mahasiswa secara nasional bidang IPA.

Pokoknya mahasiswa yang masuk ITB itu hebring-lah. Namun pada kenyataannya (antara lain pengalaman dan pengamatan Betti Alisyahbana ketika masih menjadi Presiden IBM Indonesia), di dunia kerja, seringkali lulusan ITB bahkan tidak masuk hitungan dalam seleksi administratif karena tersandung permasalahan Indeks Prestasi (IP) yang kecil, jika dibandingkan dengan perguruan tinggi negeri atau swasta lainnya. Jadi hanya sedikit saja pelamar alumni ITB yang masuk short list para recruiter. Hal ini tentu sangat merugikan lulusan ITB khususnya yang mau meniti karier di dunia PNS atau juga pegawai swasta nasional.

Prof. Adang Surahman sendiri mengakui berdasar berbagai kuesioner dan penelitian yang dilakukan Wakil Rektor Bidang Akademis ITB sangatlah sulit untuk mendapatkan nilai A pada sebuah dan apalagi pada banyak matakuliah di ITB. (Saya secara acak sudah “mensurvey” pada Program Studi di ITB bahwa untuk mendapatkan Nilai Huruf A itu mahasiswa harus mendapatkan Nilai Angka ujiannya 95-100). Wakil Rektor Senior Bidang Akademik mendapatkan sebuah fakta bahwa kebanyakan nilai mahasiswa ITB kurang ditentukan oleh kualitas dosen atau proses pembelajaran mahasiswa, tetapi oleh standar yang ditetapkan oleh dosen sendiri yang sangat personal. Disinilah terkuak betapa ITB sendiri tak berdaya atas “kekuasaan” masing-masing dosen ITB. Karena itu sudah menyangkut otoritas dosen ITB masing-masing, maka Rektor ITB sekalipun sebagai “bos” dosen-dosen seluruh ITB, tak bisa “intervensi” agar dosen-dosen mengubah kebijakan penilaian terhadap berkas para mahasiswanya menjadi “lebih bijaksana”.

Maka berdasarkan “keukeuhnya” (ngotot) para personal dosen ITB yang hendaknya tetap dihargai, mulai kurikulum baru 2008 ini, pihak ITB “mensiasatinya” dengan menerapkan sebuah sistem penilaian yang baru. Yaitu selain ada nilai A (4), B (3), C (2), D (1), dan E (0, tak lulus), akan ada nilai AB, dan BC. Dengan adanya nilai antara tersebut, diharapkan dosen dapat “lebih bijak” dalam memberikan penilaian. Sehingga menurut Prof. Adang, nilai-nilai mahasiswa yang “menyerempet”, dalam hal ini contohnya “B gemuk”, dapat dikelompokkan menjadi AB. Bagaimana dengan perhitungan IP? Tidak ada masalah signifikan, mengingat nilai AB adalah setara dengan 3.5, dan BC setara 2.5. Sistem penilaian baru ini akan mulai diterapkan di semester ini, dan berlaku bagi seluruh mahasiswa seluruh angkatan di ITB.
Nah, karena akan mulai diterapkan segera di semester ini, maka mahasiswa ITB hendaknya menyambutnya dengan sedikit gembira. Jahkan dari prasangka dosen ITB itu “kejam” bin ”killer” dsb. Belajar itu harus penuh dengan kegembiraan. Bangga diterima di ITB itu harus diimbangi dengan belajar lebih keras tetapi dalam suasana gembira, jauh dari suasana yang terbebani.

Oleh karena itu, para mahasiswa ITB juga hendaknya juga aktif bersosialisasi dalam kehidupan kampus sebagai proses latihan meraih softskill. Karena disinilah kelemahan umumnya mahasiswa ITB. Nilai IP tinggi itu bagus untuk diraih tetapi belum cukup bila tak memiliki tambahan softskill. Dan itu telah dibuktikan oleh softskill kakak-kakak alumni ITB yang sukses dalam kariernya, baik sebagai “tukang insinyur”, ilmuwan kelas dunia, wirausaha sukses maupun alumni yang telah menjadi Presiden RI dan Perdana Menteri RI (kalau Menteri-menteri alumni ITB sejak republik ini berdiri sudah nggak kehitung lagi sampai lupa namanya kecuali 5 menteri-alumni ITB angkatan saya, angkatan 1973 he he he ….!)

Sebaliknya, kepada para dosen ITB yang telah “disegarkan” oleh Wakil Rektor Senior ITB Prof. Ir. Adang Surahman, PhD —–Seangkatan dengan saya, tetapi saya di Departemen Teknik Geodesi. Di Departemen Sipil ITB, Kang Adang ini nomor pokok mahasiswanya 8173002 artinya ranking dua dari 120 mahasiswa Sipil ITB 1973. Waktu itu belum ada jurusan Informatika, yang paling top ya Sipil disusul Elektro !!!—— kita berharap otoritas yang dimiliki tidak “disalahgunakan” sebagai “kekuasaan mutlak”.

Dosen-dosen ITB juga harus mengevaluasi diri dalam proses belajar mengajarnya. Apakah cara penyampaian kuliahnya sudah komunikatif sehingga mudah diserap oleh mahasiswanya atau sebaliknya hanya pinter untuk diri sendiri. Apakah dosen-dosen senior ITB telah konsisten mengajar secara langsung dan tidak mewakilkan kepada para asistennya? Apakah ITB juga telah menyediakan sarana dan prasarana bagi 1.025 dosen (800 di antaranya bergelar doktor), misalnya dengan ruangan dosen yang memadai lengkap dengan koleksi buku-buku mutakhir. Karena penulis menemukan banyak fakta kalau profesor doktor ITB yang berkelas dunia pun ruangannya sangat sempit. Lalu bagaimana dengan ratusan doktor-doktor muda ITB pasti ruangannya akan lebih sempit lagi atau jangan-jangan ada yang tak memiliki meja kerja ….?

Selamat ujian bagi para mahasiswa ITB dan selamat menilai bagi para dosen ITB yang bijak. And last but not least kepada para alumni (apalagi yang punya anak, mahasiswa ITB he he he …!) seperti biasa, selamat mengkritisi jalannya penilaian oleh para dosen ITB.

sumber: http://ia-itb.blogspot.com/2009/07/selamat-datang-nilai-ab-bc-dosen-itb.html

Catatan Kuliah Agama dan Etika Islam (garis besar)

Minggu 1, Rabu

Pengenalan

Minggu 2, Rabu

Existence of God

1. Dalil ontologis : pendekatan hakikat keberadaan Tuhan

-manusia memiliki keterbatasan

-digagas oleh plato

2. Dalil kosmologis/kausalitas :

-pendekatan sebab akibat

-plato >> benda berwujud karena ada yg membuat

-thomas aquionos>>adanya rentetan dan sebab musabab >>sebab I>>Tuhan

3. Dalil Teleologis (felos=tujuan)

-dibangun atas logika bahwa harmoni meniscayakan tujuan

-kosmos>>teratur / suatu harmoni yang menunjukkan adanya Tuhan yang mengatur dan menjadikan semua itu

4. Dalil Moral

-tiap orang sadar akan kesusilaan (yg baik dan yg jahat) asalnya dari Tuhan

Dalil Quran :

-Al ankabut 61

-Al Kahfi 84 (Kausaliti)

At Tuur 35 (Kausaliti)

Al Hijr 21 (teleologis)

Al Maidah 3 (moral)

Minggu 3, Rabu

Basic values of Islam

10 dalil islam sebagai alternatif dien :

1. Islam sbg agama fitrah (Ar rum 30)

2. Islam sbg agama wahyu ((An nisa 82)

3. Islam sbg agama haq (Al anam 153)

4. Islam sbg agama ‘aql (Ali Imran 191)

5. Islam sbg agama syamili (Al Maidah 3)

6. Islam sbg agama tanfid (al baqarah 286)

7. Islam sbg agama tawazun

8. Islam sbg agama akhlak/moral (Al Baqoroh 112)

9. Islam sbg agama rahmatan lilalamin

10.Islam sbg an nasiha

Minggu IV, Rabu

Islamic Source

(surat Albaqoroh 177)

Linguistic >>qaraa’ :bacaan (17:106)

Nama-nama quran :

-quran (recitation) mentioned 73 times

-kitab (book) mentioned 77 times

-furqan (criterion) 4 times

-dhikr (reminder) 55 times

-tanzeel (revelation) 140 times

Fase :

-Makkah :pembangunan akidah

-pembangunan hukum, kependudukan, nikah dsb

7 bukti quran sebagai wahyu Allah :

1. Bahasa arab yg sangat indah

2. Mudah dipahami oleh orang awam

3. Menggunakan dua pendekatan, ilmiah dan perasaan

4. Berbicara tentang masa lalu dan masa depan

5. Membawa isyarat ilmu pengetahuan

6. Alquran ditunjukkan dalam waktu yg panjang

7.Alquran diturunkan melalui nabi SAW yang UMMI

Minggu V, Rabu

Nilai2 universal yang dibawa islam :

persaudaraan, pengorbanan

Minggu VI, Rabu

Sunnah

Secara Etimologis :

-a’dah (tradisi)

-ath’thariqah al mu’tadah (jalan yg biasa dilalui)

Dalam quran (16x) di 11 surat :

-sunnah (mufrad 14x) eq: QS 48. 23

-sunan (jana 2x) eq: Qs 4:26

Sunnah menurut hadist nabi (HR Muslim)

Sunnah menurut para ahli hadist :

-seluruh yg disandarkan pd nabi Muhammad SAW baik perkataan, perbuatan, dsb.

Sunnah menurut ushul fiqh /ahli hukum (ini definisi yg kita gunakan):

-segala yg diriwaytkan oleh nabi SAW berupa perbuatan, perkataan, ketetapan yagn terkait hukum

Sunnah menurut ahli fiqih :

-dikerjakan pahala, ditinggalkan dosa

Macam2 sunnah :

-filiyah :perbuatan

-qauliyah :perkataan

-taqririyyah : perizinan

5 alasan sunnah menjadi sumber hukum :

1. konsekuensi dari keimanan dan kenabian nabi Muhammad

2. alquran telah memberikan penjelasan tentang nabi :

kedudukan hukum, fungsi hukum, tugas hukum, kewenangan hukum, tanggung jawab

3. Nabi sendiri menegaskan dirinya sbg sumber hukum

4. Konsensus umat islam secara keseluruhan

5. Karena kondisi objectif quran meniscayakan adanya sumber lain

Hubungan/relevnasi sunnahg quran :

1. Sunnah memperkuat quran

2. Sunnah sbg penjelas (bayan/tafsil)

3. Sunnah bersifat menambah

Fungsi sunnah :

1. Bayan ta’kid

2. Bayan tafsir

3. Bayan tasyri’

Analisis menyangkut 3 aspek :

-riwayat : sahabat >>tabiin> tabiu tabiin > BMT (bhukari mutakakhair)

-sanad (jalan)

matan (isi)

Cara membedakan hadist baik dan buruk:

-cari hadist riwyat bukhari dan muslim

-bukhari saja

-muslim saja

-lain2

Minggu 2 Pasca UTS

Nikah : mengkaitkan kawin dengan perjanjian atas nama Allah Swt

Nikah yang tidak sah :

  • 1. Nikah shighar : nikah yang dilaksanakan saat masih kecil (belum baligh)
  • 2. Nikah syighar : nikah barter dipersyaratkan
  • 3. Nikah muharromat, wanita yang diharamkan :karena nasab (hakiki/sepersusuan, radhaah), mushaharah (permanen(mantan anak ayah), sementara(kakak ipar))
  • 4. Muhshanah >> ≠ istri orang lain ,,,,,mutazawijah
  • 5. Filiddah: masa penantian perempuan setelah cerah, cerai hidup 3xquru'(bersih) tunggu haid-suci, hamil-melahirkan, tidak jelas 4 thn

Taklik>>KUA

Status iddah berfungsi :

  • memlihara kehormatan seseorang (janin)
  • hak rujuk
  • kalimat cerai berlaku efektif kecuali:emosi, permainan

Minggu 3 Pasca UTS

3 pandangan manusia (qardawi) :

  • -yg mensucikan kemiskinan, dimotori oleh kaum sufi
  • -yg memandang kemiskinan adalah takdir, <konsep> merespon thd takdir, fatanisme, alquran sebagai dalil, keinginan berasal dari tuhan
  • -kekayaan dan kemiskinan sepenuhnya tergantung tangan manusia : 3 syarat kaya : motivasi, keberanian mengambil resiko, ilmu

Ilmu marketing :

  • product
  • price
  • place
  • promotion

Islam menolak ketiga pandangan tersebut,

Alquran, al jamaah ; kekayaan = karunia, kemiskinan = cobaan/musibah

Zakat mengkover kebutuhan standar

Falsafah takdir (segitiga)

  • segala sesuatu Allah yang menentukan
  • ukuran kekayaan disembunyikan Allah
  • harus berikhtiar

Minggu 4 Pasca UTS

Sistem ekonomi            paradigma         dasar            filosofi

sosialis                        marxis                 non profit ownership             sosialis

kapitalis            pasar             economic man                   individual

syariah            syariah        muslis as ahsan taqwim             tauhid

4 kelebihan SI syariah :

  • unity : kepentingan sosialis dan liberalis
  • keseimbangan , tidak condong
  • bebas
  • sustainanbility

Catatan Kuliah Mekanika Bahan (Garis Besar)

SI-2211 Mekanika Bahan indrajati@gmail.com

Pustaka acuan : Element of strength of material Timoshenko and Young

Keyword : Timoshenko

Minggu 1, Senin, 24 Januari 2011

Prilaku penampang :

1. Gaya luar

2. Deformasi

Macam-macam beban :

1. Beban sendiri

2. Beban yang akan bekerja

3. Beban akibat lingkungan (angin, gempa dsb)

Minggu 1, Rabu , 26 Januari 2011

Tegangan : resistensi per satuan luas

Jika sebuah batang diberi gaya P, di setiap titik timbul resistensi. Selama resistensi kekuatan batang > P maka batang tidak putus/patah

Regangan : berlaku untuk batas elastis/linier

Hukum hooke

E menunjukkan fungsi bahan.

*batang mengalami gaya aksial pada bagian sentroid

Prinsip keseimbangan :

P = Pc+Ps

Supaya baja dan beton bekerjasama (compatible) maka perubahan panjang beton sama dengan perubahan panjang baja.

Struktur komposit

P = {axa+(n-1)As}σc dimana (n-1)As adalah efek penambahan oleh baja

Minggu 2, Senin 31 Januari 2011

Poisson Ratio: perbandingan lateral strain dengan longitudinal strain

Gaya geser dan tegangan geser

Tegangan izin

Angka keamanan terganting pada :

1.Akurasi pd analisis

2. Tingkat homogenitas bahan

3. Tipe bahan yang bekerja

4. Tingkat kepentingan struktur

Angka Keamanan/Factor Safety biasanya berkisar 2 s/d 5. FS besar berarti tidak aman

Pemuaian karena suhu

Minggu 3, Senin

Deformasi pada beton bertulang

P=Pc+Ps <=> P=(axb+(n-1)2As)σc

Konsep tegangan geser dan tarik pada sambungan pelat dan baut

Pusat massa penampang

Minggu 3, Rabu

Momen Inersia Penampang

Ipp=Ixx+Ay2

Minggu 4, Senin

Tegangan pd Penampang Balok akibat Momen Lentur (Bending Moment)

Asumsi :

1. Balok homogen dan isotropik

2. Berlaku hukum hooke untuk daerah elastis

3. Bidang datar kembali datar sebelum dan sesudah mengalami momen lentur’

4. Balok lurus dan memiliki penampang yang uniform

Minggu 5, Senin

Profil Penampang yang mengalami momen lentur

Penampang komposit : suatu penampang struktur yang terdiri dari suatu bahan yang berbeda modulus elasitisitasnya.

Minggu 5, Rabu

Prinsip beton prategang

>>Beton diberikan tegangan melalui kabel prategan utk mengkompensasikan tegangan tarik yg muncul<<

Beton lemah terhadap tegangan tarik

Persoalan dalam beton prategang :

1. bentang diketahui, P diketahui, tentukan N agar penampang dpt memikul P. Tentukan As prategang

2. N penampang, f, fy >>berlaku fmax

3. N dan P >>tentukan tegangan

Tekuk (Buckling)

Terjadi pada kolom langsing >>menekuk ke sumbu lemah

Minggu 6, Senin

Buckling

Persamaan Euler :

1. sendi2 : Lk = L

2. jepit2 : Lk = L/2

3. sendi-jepit :Lk = L/√2

4. bebas-jepit : Lk = 2L


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;} 

µ

µ

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.